User:  Pass:        Forgot Password? Username?   |   Register
Biaya Logistics Indonesia terlalu tinggi PDF Print E-mail
Saturday, 05 December 2009 16:57

Mendag Mari Elka Pangestu mengatakan biaya logistik di dalam negeri masih lebih tinggi 2-3 kali lipat dibandingkan dengan negara pesaing sehingga menyebabkan produk ekspor Indonesia kalah bersaing.

"Biaya logistik masih tinggi. Intinya PR yang ada dalam Inpres No.5/2008, kami memiliki tugas untuk menyelesaikan, memfinalisasi yang disebut logistic blue print, sudah dalam tahap-tahap final. Kami sedang bertemu dengan stakeholders," ujarnya seusai Membuka Seminar Transaksi Perbankan hari ini.

Menurut dia, Kadin telah menyampaikan kepada pemerintah mengenai masih tingginya biaya logistik. Pelaku usaha mampu melakukan efisiensi biaya produksi, tetapi jika harus ditambah dengan biaya lain yang menyebabkan ekonomi biaya tinggi, maka produk menjadi tidak kompetitif.

Biaya logistik itu, katanya, yang menjadi target pemerintah saat ini sehingga diharapkan produk ekspor Indonesia semakin bersaing dengan produk dari negara lain. "Mereka [pelaku usaha] menyampaikan cost [biaya] transportasi di Indonesia 2-3 kali lebih tinggi dari negara pesaing seperti China, Thailand dan India."

Dia mengharapkan kebijakan logistik dapat diimplementasikan pemerintah baru. Beberapa kebijakan untuk mengatasi ekonomi biaya tinggi, kata dia, telah dilakukan pemerintah seperti mempermudah prosedur ekspor-impor, memperbaiki jalan, pelabuhan.

Menurut dia, pembangunan secara fisik seperti infrastruktur jalan dan pelabuhan diperkirakan baru selesai tahun depan. Prosedur ekspor-impor dan arus barang masih membutuhkan waktu dua tahun lagi seperti pelabuhan, jalan dan prosedur dokumen di pelabuhan.

National Single Window (NSW), tambahnya, sebagai upaya untuk menyederhanakan prosedur ekspor-impor serta membuat semakin transparan proses pengurusan dokumen dan proses arus barang. "Dokumen [ekspor-impor] tidak bermasalah. NSW untuk impor kemungkinan selesai kahir tahun ini." (tw)

Last Updated on Sunday, 20 December 2009 10:48